Indikator Polusi Udara

Bagian yang aku share kali ini adalah mengenai indikator polusi udara. check it out!

Indikator Polusi Udara

a.   Indikator Fisik
Sifat-sifat udara yang dapat diamati, udara yang bersih seharusnya tidak berwarna dan tidak berbau,udanya warna atau bau pada udara menunjukkan adanya polutan. 

Pemantauan asap dan jelaga dilakukan dengan optik yang diidentifikasi dengan telesmoke, smokescope, dan umbrascope.

Pengukuran terhadap partikulat yang dapat jatuh dengan ukuran diameter diatas 10 μm dapat menggunakan “dust fall jars” 

b.   Indikator Kimia
1. Indeks Standar Pengukuran Udara
 Kualitas udara disampaikan ke masyarakat dalam bentuk indeks standar pencemar udara atau disingkat ISPU. ISPU adalah laporan kualitas udara kepada masyarakat untuk menerangkan seberapa bersih atau tercemarnya kualitas udara kita dan bagaimana dampaknya terhadap kesehatan kita setelah menghirup udara tersebut selama beberapa jam atau hari. Penetapan ISPU ini mempertimbangkan tingkat mutu udara terhadap kesehatan manusia, hewan, tumbuhan, bangunan, dan nilai estetika. Berdasarkan Keputusan Badan Pengendalian Dampak Lingkungan (Bapedal) Nomor KEP-107/Kabapedal/11/1997, penyampaian ISPU kepada masyarakat dapat dilakukan melalui media massa dan elektronika serta papan peraga di tempat-tempat umum.

ISPU ditetapkan berdasarkan 5 pencemar utama, yaitu: CO, SO2, NO2, Ozon permukaan (O3), dan partikel debu (PM10).
Berikut rentang warna penjelasan ISPU:
  Baik 0 – 50 Hijau Tingkat kualitas udara yang tidak memberikan efek bagi kesehatan manusia atau hewan dan tidak berpengaruh pada tumbuhan, bangunan ataupun nilai estetika.
  Sedang 51 – 100 Biru Tingkat kualitas udara yang tidak berpengaruh pada kesehatan manusia ataupun hewan tetapi berpengaruh pada tumbuhan yang sensitive dan nilai estetika
  Tidak Sehat 101 – 199 Merah Tingkat kualitas udara yang bersifat merugikan pada manusia ataupun kelompok hewan yang sensitive atau bias menimbulkan kerusakan pada tumbuhan ataupun nilai estetika.
  Sangat Tidak Sehat 200 – 299 Kuning Tingkat kualitas udara yang dapat merugikan kesehatan pada sejumlah segmen populasi yang terpapar.
  Berbahaya 300 – lebih Hitam Tingkat kualitas udara berbahaya yang secara umum dapat merugikan kesehatan yang serius pada populasi.

2. Kromatografi Gas
Uap dan gas hidrokarbon dianalisisi dengan kromatografi gas. Gas CO dapat dilakukan dengan metode gravimetri, dan proses kalorimeter, kimia elektrokimia. Sedangkan oksida-oksida sulfur dapat diukur dengan metode kalorimetri dan konduktometer.

3. Metode Kalorimeter
Penentuan terhadap oksida-oksida nitrogen dilaksanakan dengan metode kalorimeter Jacob-Hockeiser dan Gries-Hosvay, oksidan fotokimia dilakukan dengan metode Kalium Iodida.

4. Metode Sampling Polutan Udara
Metode sampling polutan udara  dibagi dalam dua jenis yang umum yaitu dengan sampling udara ambien dan sampling sumber. Kedua jenis tersebut mempunyai tujuan masing-masingnya.
Sampling udara ambien bertujuan untuk;
  1. Mengetahui tingkat pencemaran suatu lokasi 
  2. Keperluan pengumpulan data
  3. Mengamati kecendrungan tingkat pencemaran
  4. Mengaktifkan dan menentukan prosedur pengendalian.
Dalam pelaksanaannya dilakukan dalam beberapa cara:
1.      Sampling kontinyu pada rentang  waktu tertentu dapat kecil, mingguan dan teratur
2.      Sampling kontinyu pada saat tertentu saja.
Sampling udara Sumber (Emisi) bertujuan untuk:
1.      Mengetahui dipenuhi atau tidaknya peraturan emisi pencemar udara yang dihasilkan oleh suatu sumber.
2.      Mengukur tingkat emisi yang dihubungkan dengan laju produksi untuk kebutuhan industri dan lingkungan
3.      Mengevaluasi keefektifan teknik pengendalian dan peralatan pengendalian pencemaran udara.
4.      Pengukuran sumber (emisi) ini dapat berupa titik (point source), ataupun garis (line source). Sumber utama yang diawasi dan dipantau adalah sumber tetap, sedangkan sumber bergerak di laksanakan tersendiri.


c. Indikator Biologi
            1. Lumut Kerak

Makhluk hidup yang rentan pada perubahan konsentrasi zat polutan di udara dapat dijadikan indikator biologi. Contoh indikator biologi untuk mengamati tingkat polusi udara adalah lumut kerak (Lichenes). Lumut kerak merupakan simbiosis antara algae fotosintetik atau cyanobakteria dengan fungi. Lumut kerak terdiri atas beberapa kelompok yang masing-masing memiliki tingkat sensitivitas berbeda terhadap polutan udara. Oleh karena itu, keberadaan kelompok lumut kerak tertentu di suatu wilayah dapat menjadi indikator bagi tingkat polusi udara di wilayah. lumut kerak Usnea sp. dan Evernia sp. tidak akan dapat bertahan hidup Iiikit konsentrasi sulfur dioksida di udara terlalu tinggi.


Usnea sp.
Evernia sp.

Kelompok lumut kerak
No.
Nama Kelompok
Gambar
Karakteristik
Tingkat Polusi
1
Fruticose

Seperti janggut, tumbuh memanjang, berwarna kuning kecoklatan atau kehijauan
Tidak ada polusi udara, udara bersih
2
Foliose

Mudah terkelupas, berbentuk lembaran, berwarna hijau, tumbuh melebar
Polusi udara rendah
3
Crustose

Melekat denga substrat, berwarna putih, kehijauan, oranye, tumbuh melebar
Polusi udara sedang
4
(Tidak ada lumut)
X
-
Polusi udara tinggi

DITERBITKAN OLEH Rhaka Katresna
DISKUSI 4 Komentar

4 Respons terhadap : Indikator Polusi Udara

  1. thank ya.. udh ngeshare, jdi aku tinggal copy paste.. haha :p

Jangan Tinggalkan Komentar Anda

Ilmu Tak Harus Dibagi. Diberdayakan oleh Blogger.